Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2018

Anggota Exco PSSI Johar Lin Eng Terbang Pakai Nama Jasmani Di Tangkap


Dilansir dari detikcom Bahwa polisi menyebut tersangka kasus dugaan pengaturan skor, Johar Lin Eng, menyamarkan namanya di boarding pass saat akan terbang dari Solo menuju Bandara Halim Perdanakusuma, JakartaTimur. Johar mengganti namanya dengan Jasmani.

"Dia tadi pagi pukul 09.55 WIB terbang dari Solo menuju Jakarta. Tapi setelah kami cek boarding passnya, namanya beda. Namanya menggunakan nama Jasmani," kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (27/12/2018)

Johar yang anggota Exco PSSI dan ketua Asprov Jawa Tengah tersebut saat ini masih diperiksa intensif di Polda Metro Jaya. Polisi juga akan menanyakan alasan Johar menggunakan nama Jasmani di boarding pass saat penerbangan tadi pagi.
Selain Johar, polisi juga menangkap dua orang tersangka lain yakni Priyanto dan Anik. Priyanto merupakan mantan komisi wasit dan Anik adalah anaknya.

Dalam kasus ini, polisi juga sudah memeriksa 11 saksi. Penyidikan kasus ini masih terus dikembangkan polisi untuk mencari ada atau tidaknya tersangka lain.

Minggu, 11 November 2018

Pembalap Australia Berhasil Mengambil Juara Di Etape Tujuh TDS 2018



 Pembalap Australia Dutton Jay, berhasil menjuarai etape ketujuh Tour de Singkarak usai menaklukkan lintasan sepanjang 194.4 kilometer yang dimulai dari Padang Panjang - Solok Selatan, Sabtu 10 November 2018.
Dutton merebut podium pertama setelah mencapai garis finish dengan catatan waktu 5 jam 08 menit 21 detik, disusul urutan kedua pembalap bernama Polivoda Oleksandr dari Nigxia Sports Lottery Livall Cycling China dengan catatan waktu yang sama, dan disusul urutan ketiga pembalap atas nama Chaiyasombat Thanakhan yang memperkuat Thailand Continental Cycling dengan torehan waktu 5 jam 09 menit 43 detik.

Meski tak mampu merebut podium pertama, namun secara keseluruhan, etape ketujuh ini milik olivoda Oleksandr. Buktinya, dua gelar bergengsi pada etape ini berhasil ia raih. Kategori Best Sprint Classification ia gondol setelah membukukan total 60 poin dan kategori Best Climbers Classification dengan torehan 67 poin.
Sementara untuk ketagori Best Indonesia Riders, Hibatullah Jamal dari PGN Road Cucling Team masih kokoh diurutan pertama dengan catatan waktu 5 jam 09 menit 43 detik, disusul peringkat kedua Pembalap dari KFC Cycling Team atas nama Soleh Abdul dengan catatan waktu 5 jam 09 menit 43 detik, dan di posisi ketiga pembalap dari BRC team atas nama Warseno dengan total waktu 5 jam 09 menit 50 detik.
Meski menyisakan satu etape lagi, namun sepertinya pembalap Australia Jesse Ewart dari Sapura Cycling Team Malaysia mampu mengunci gejar juara umum Tour de Singkarak 2018 ini.
Hingga kini, Jesse masih kuat bertengger di urutan pertama klasemen sementara dengan total 27 jam 39 menit 32 menit. Posisi Jesse ditempel ketat oleh pembalap Holler Nikodemus dari Bike Aid Germany dengan catatan waktu 27 jam 39 menit 52 detik , dan di urutan ketiga pembalap dari 7Eleven-Cliqq Roadbike Philippines atas nama Felipe Marcelo yang membukukan catatan waktu 27 jam 39 menit 59 detik.

Walau hingga etape ketujuh ini Jesse masih kokoh diurutan pertama klasemen sementara, namun bisa saja gelar juara umum lepas dari tangannya. Jesse harus tampil habis-habisan pada etape ke Delapan atau etape terakhir Tour de Singkarak ini. Jika tidak, maka besar kemungkinan Holler Nikodemus akan merebut gelar juara itu dari tangan Jesse.
Sumber Viva

Senin, 08 Oktober 2018

Perolehan Medali Asian Para Games 2018, Senin 8 Oktober


Indonesia kembali mendapatkan satu medali di Asian Para Games. Kali ini perak datang dari Aris yang meraihnya dari cabang para renang. Aris menjadi yang tercepat kedua setelah atlet Tiongkok, Huang Xianquan.

Sumbangan Aris ini merupakan perak keenam bagi Indonesia di Asian Para Games 2018. Sumbangan Aris ini merupakan perak keenam bagi Indonesia. Total, Indonesia kini mengoleksi tiga medali emas, enam perak, dan delapan perunggu.
Asian Para Games 2018 mempertandingkan 18 cabang olahraga. Indonesia menargetkan masuk tujuh besar klasemen akhir dengan raihan 16 medali emas.

Atlet-atlet Indonesia lainnya dijamin bakal berjuang untuk menambah perolehan medali tuan rumah.



Selasa, 18 September 2018

Atlet Indonesia Keluhkan Lapangan Basket Kursi Roda



Semakin mendekatnya waktu, atlet Indonesia yang akan turun di Asian Para Games 2018 tengah mematangkan persiapan. Hal itu juga berlaku untuk timnas basket kursi roda Tanah Air yang melakukan pelatnas di Solo.

Persiapan timnas basket kursi roda Indonesia menuju Asian Para Games 2018 juga tak semulus yang diharapkan. Selain masalah peralatan, ternyata lapangan tempat mereka latihan setiap hari juga memiliki kendala.
Hal itu diungkapkan kapten timnas basket kursi roda Indonesia di Asian Para Games, Donald Santoso saat berkunjung ke kantor Kapan Lagi Youniverse (KLY), Jakarta, Senin (17/9/2018). Donald menyebut bahwa lapangan di Karang Anyar yang biasa dipakai tak memenuhi standar.

"Label kita adalah timnas. Kalau hanya dipakai untuk klub, tidak latihan setiap hari, hanya untuk sekadar mengisi aktivitas saja, itu tidak masalah. Tapi ini atlet timnas yang sudah berkorban luar biasa. Berkorban dengan tubuh karena latihan setiap hari," kata Donald.

Menurut Donald, sejatinya banyak sponsor yang sudah menawarkan tempat latihan, tapi lokasinya di Jakarta. Masalahnya, mereka disarankan untuk tetap berada di Solo selama pelatnas. Mereka sempat berlatih di Jakarta, tapi kemudian disuruh kembali ke Solo.

Masalah lapangan juga diiyakan Edy Johan, salah satu pemain timnas basket kursi roda Indonesia. Bahkan, masalah lapangan itu sampai membuat Johan merasa sakit di area bahunya.

"Kalau di Karang Anyar itu lapangannya sedikit bergelombang, jadi kalau lagi sprint, terkadang lupa sama yang bergelombang itu. Ini sampai bahu saya sakit. Dan sepertinya semua atlet juga mengalami hal yang sama," keluh Johan.

"Saya pun pernah bilang ke pelatih untuk izin karena mau terapi bahu yang sakit, tapi malah dibilangnya paling salah tidur. Yaudah saya ikut saja latihan," timpal rekan Johan dan Donald, Bagus Putu Putra Adnyana yang disambut gelak tawa.
Sumber : (liputan6)

Minggu, 12 Agustus 2018

Kado Terindah bagi Bangsa Indonesia

Timnas Indonesia mencatat sejarah dengan menjuarai Piala AFF (ASEAN Football Federation) U-16 untuk kali pertama. Anak asuh Fakhri Husaini memenangkan edisi 2018 usai mengalahkan Thailand 4-3 (1-1) melalui adu penalti di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Pemain pengganti Fajar Fathur membawa Timnas Indonesia memimpin di menit ke-33. Sementara Thailand menyamakan kedudukan lewat Apidet Janngam ('72).
 Pada adu penalti, kiper Ernando Ari kemudian menjadi pahlawan dengan mementahkan eksekusi Apidet Janngam dan Pongsakorn Innet.

Sementara empat algojo Indonesia, yakni Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah, dan David Maulana mampu menunaikan tugas.

Capaian terbaik Timnas Indonesia pada Piala AFF U-16 sebelumnya adalah mencapai final turnamen 2013. Sementara Thailand masih berstatus pengoleksi gelar terbanyak bersama Vietnam dengan tiga gelar (2007, 2011, 2015).

Seperti dilansir Kompas, Kiper timnas U-16 Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi, mengaku sangat bersyukur bisa membantu Indonesia meraih gelar juara Piala AFF U-16 2018, Sabtu (11/8/2018).

Seusai laga final melawan Thailand, Ernando mengungkapkan kebahagiaannya dengan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang selama ini mendukung dirinya dan timnas.

"Saya berterima kasih kepada semua suporter dan orang tua saya. Indonesia juara," kata Ernando saat diwawancarai Indosiar seusai laga.

Pada partai final, Ernando menjadi kunci kemenangan Indonesia. Ernando menunjukkan mental bertanding yang bagus saat pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Ernando mampu menepis dua tendangan pemain Thailand sehingga Indonesia bisa menang dengan skor 4-3.

Selama turnamen, Ernando menjadi pilihan utama pelatih Fakhri Husaeni untuk mengawal gawang Indonesia. Dari tujuh laga hingga partai final, posisi Ernando tidak tergantikan. Kepercayaan ini dibayar tuntas oleh penjaga gawang kelahiran Semarang 2 Februari 2002 ini. Dari lima laga di Grup A, Ernando hanya kebobolan tiga gol saat lawan Myanmar (1 gol) dan saat lawan Vietnam (2 gol).

Pada babak semifinal lawan Malaysia, gawang Ernando tidak kebobolan. Indonesia menang 1-0 pada laga tersebut. Kemudian pada laga final, gawang Ernando hanya kebobolan satu gol di waktu normal. Untuk diketahui, Ernando menimba ilmu sepak bolanya di SSB Bina Kalteng.

Kado Terindah bagi Indonesia
 Prestasi timnas U-16 Indonesia tidak luput dari perhatian Presiden Joko Widodo.
Jokowi pun kemudian mengungkapkan rasa bangganya melalui media sosial Instagram.
 "Garuda Muda tak terbendung di lapangan hijau. Malam ini Tim Sepak Bola Nasional Indonesia menjuarai Piala AFF U-16 2018 dengan mengalahkan Thailand dalam laga mendebarkan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo," tulis Presiden Jokowi seperti dilansir bolasport.com.

"Selamat kepada para pemain dan pelatih. Gelar juara ini menjadi kado terindah bagi Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan," tambah Jokowi.
 Kemenangan Skuat Garuda Asia menjadi kado terindah bagi hari peringatan kemerdekaan Indonesia ke-73.
Hari Ulang Tahun kemerdekaan Indonesia ke-73 akan diperingati pada 17 Agustus 2018 mendatang.

Ads 970x90