Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Maret 2023

Wisata Religi di Indonesia

Wisata religi merupakan bentuk pariwisata yang masuk ke dalam bagian wisata budaya. Jadi, dalam pariwisata budaya (cultural tourism) mencakup wisata religi dengan tujuan kegiatannya untuk melakukan ziarah atau urusan keagamaan lainnya. Maka dari itu, banyak umat muslim yang sering menyebut wisata religi sebagai ziarah ke tempat-tempat yang bernilai sejarah Islam.


Berikut adalah beberapa rekomendasi wisata religi terbaik yang ada di Indonesia:

Masjid Baiturrahman, Aceh

Masjid Baiturrahman merupakan salah satu wisata religi yang menjadi peninggalan Kerajaan Aceh dengan simbol agama, budaya, dan perjuangan masyarakat Aceh itu sendiri. Kehadiran masjid ini sangat istimewa, apalagi bangunannya tetap bertahan di tengah terjangan tsunami Aceh tahun 2004 silam. Pasca tsunami, masjid ini kembali direnovasi karena mengalami kerusakan yang tidak terlalu parah di beberapa bagian.

Selain dijadikan tempat ibadah, masjid Baiturrahman sering digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan oleh masyarakat Aceh. Banyak wisatawan yang berkunjung ke masjid ini karena menjadi salah satu ikon yang sangat istimewa di Provinsi Aceh. 

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang

Anda juga bisa mengunjungi wisata religi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang terletak di pusat kota Semarang. Masjid ini memiliki desain bangunan dengan perpaduan gaya arsitektur Jawa, Islam, dan Romawi.

Selain itu, masjid ini juga menyuguhkan daya tarik menara Al Husna atau Al Husna tower yang tingginya sekitar 99 meter. Tak hanya itu, keindahan MAJT juga dilengkapi dengan payung hidrolik raksasa yang mirip seperti di Masjid Nabawi, Madinah. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini sering dijadikan objek wisata terpadu, pusat pendidikan, dan pusat syiar agama Islam. 

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari Tebuireng

Wisata religi yang satu ini terletak di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Museum ini menampilkan berbagai informasi dan koleksi yang menggambarkan perkembangan Islam di wilayah Nusantara. Dengan desain bangunan yang berbentuk seperti piramida, museum tersebut dilengkapi dengan monumen At-tauhid yang dihiasi oleh 99 Asmaul Husna. 

Yang tak kalah istimewa, museum ini juga menyediakan berbagai informasi dan koleksi yang memiliki keterkaitan dengan kiprah para tokoh-tokoh Islam. Wisata religi yang satu ini menghadirkan narasi sejarah tentang eksistensi Islam yang cukup mudah dipahami masyarakat, sehingga bisa menjadi rekomendasi destinasi wisata bersama keluarga. 

Indonesian Islamic Art Museum

Indonesian Islamic Art Museum merupakan museum yang menyediakan peninggalan atau sejarah perkembangan Islam di seluruh dunia. Museum yang terletak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini dibuka pada 28 Desember 2016. 

Meski baru dibuka, Indonesian Islamic Art Museum menjadi museum yang cukup vital karena memang selama ini belum ada tempat yang menyajikan perkembangan Islam sejak awal dan museum inilah menjadi yang pertama di Indonesia. Yang menariknya lagi, museum ini sudah berbasis teknologi informasi modern Augmented Reality (AR) sehingga sangat menarik untuk dikunjungi.

Konsep Augmented Reality (AR) sendiri merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ataupun tiga dimensi yang diproyeksikan ke dalam sebuah lingkungan dan waktu yang nyata. Dengan teknologi tersebut, Anda cukup mengunduh aplikasi AR Indonesian Islamic Art Museum. Selanjutnya, scan berbagai gambar yang ada di museum untuk mendapatkan informasinya 

Rabu, 09 Desember 2020

Deretan Restoran Daging Halal di Tokyo


Bagi para traveler di Indonesia khususnya bagi muslim serta pecinta daging, mungkin masalah makanan bisa menjadi faktor  yang paling utama apabila sedang berkunjung ke Tokyo, Jepang. Pertanyaanya adalah dimana saya bisa menemukan restoran halal di Tokyo ?
Berikut adalah beberapa pilihan restoran yang bisa direkomendasikan kepada teman-teman muslim di Indonesia ketika berkunjung ke Tokyo. Jadi untuk kalian yang ingin berkunjung kembali ke Tokyo ataupun baru pertama kali akan mengunjunginya sebagai pecinta makanan Jepang bisa mencoba beberapa rekomendasi.
Gyumon
Restaurant yang berlokasi di Shibuya ini, Gyumon merupakan salah satu dari banyak restaurant yakiniku halal yang berada di daerah shibuya. Dan tempat yang sangat cocok untuk kalian yang ingin mengisi tenaga setelah lelah berjalan-jalan dari berbelanja ataupun untuk makan malam bersama keluarga maupun teman kalian.
Dan cara memesannya pun sangat mudah dan simple kalian hanya perlu memilih potongan yang kalian inginkan kemudian nanti akan disediakan oleh pelayannya, layaknya pada restoran yakiniku kebanyakan lainnya kalian akan memasaknya sendiri dengan bumbu-bumbu yang telah disediakan seperti garam, lada, dan lainnya.
Kalian juga bisa melakukan reservasi terlebih dahulu jika memerlukan tempat yang lebih banyak dengan cara booking lewat: Telfon : +81 3-5469-2911 (karena restaurant ini memiliki tempat yang sangat terbatas) Jam buka : 17.00 - 23.00 ( tutup pada hari minggu ) Telfon : +81 3-5469-2911 Alamat: 3-14-5 Shibuya, Tokyo 150-0002, Japan Akses terdekat: Jika kalian turun di stasiun shibuya kalian bisa keluar melalui south exit dan berjalan kaki kurang lebih selama 8 menit 



Sumiyakiya  Roppongi
Walaupun berada di Jepang jangan kaget jika di restaurant ini, kalian akan menemukan kimchi tidak seperti restaurant kebanyakan loh! Simiyakiya ini adalah salah satu restaurant yang menyediakan makanan Jepang dan juga makanan korea dalam satu tempat, dan ini merupakan salah satu restaurant halal selanjutnya yang mungkin bisa menjadi pilihan kalian. Restaurant ini berada di Roppongi yang merupakan salah satu distrik yang mahal di Tokyo. Sumiyakiya sendiri menyajikan daging dari prefektur Miyazaki dan jika kalian ingin menikmati daging dengan kualitas A5 atau daging terbaik yang mereka sajikan, kalian harus menyiapkan uang sekitar ¥6,500 untuk satu set-nya.
Dalam 1 hari mereka akan buka 2 kali yaitu pada jam makan siang ( 11.30 - 15.00 dengan last order ketika jam 14.30 ) dan pada jam makan malam ( 17.00 - 23.00 dengan last order ketika jam 22.30 ) Waktu operasional : Senin - sabtu, minggu bisa jika ada acara resmi yang bisa dipesan melalui hotline telfon mereka. Telfon: +813-3403-5397 Alamat: Minato-ku Nishiazabu 3-20-16, Tokyo, Japan Akses terdekat: Kalian bisa keluar di pintu 1A stasiun roponggi dan berjalan kurang lebih 5 menit dari Roponggi hills 


 Hanasakiji-san
Restaurant yang terakhir adalah bagi para kalian pecinta shabu - shabu, dan ini adalah satu-satunya restaurant yang menyajikan shabu-shabu dengan label halal di Tokyo. Hanasakiji-san memiliki waktu operasionalnya sendiri, yaitu mereka buka mulai dari hari senin hingga jumat dan di bagi menjadi 2 waktu yaitu untuk makan siang dan makan malam yaitu makan siang pada jam ( 10.30 - 15.00 ) dan waktu untuk makan malam yaitu pada jam ( 17.00 hingga tengah malam yaitu 24.00 ) Telfon: +81-33496-7777 Alamat: Sakura Build B1F 3-22 Sakuragaoka Shibuya Tokyo 150-0031 Japan Akses terdekat: Kalian bisa keluar di south exit Shibuya dan bisa berjalan selama 5 menit. 

Sabtu, 27 April 2019

Sempatkan Waktu Buat ke Acara Dieng Culture Festival Bakal Datang Di Agustus Nanti.



tau gak gaest di Bulan Agustus Ini Dieng Culture Festival akan hadir kembali. Hal ini terjadi karena terbatasnya tiket buat pengunjung Dieng Culture Festival. Kalau nggak cepet-cepetan, tau-tau udah abis aja. Biasanya, bulan Mei atau Juni sudah ludes tiketnya. Jadi kalau nggak gercep ya bakal jadi penonton deh, penonton di linimasa Online aja.

Buat kamu yang belum tau ada apa aja di Dieng Culture Festival, tepat banget kalau kamu baca artikel ini. Yuk simak ulasan Hipwee Travel tentang Dieng Culture Festival tahun ini. Gimana serunya sih?

Dieng Culture Festival adalah agenda tahunan yang menyedot perhatian banyak wisatawan. Tak heran kalau event ini selalu ramai bahkan beberapa bulan sebelumnya
Setelah 10 tahun, Dieng Culture Festival masih konsisten jadi festival budaya yang berhasil menyedot puluhan ribu massa. Event Dieng Culture Festival 2019 atau edisi ke 10 ini akan digelar pada tanggal 2-4 Agustus 2019 di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara. Bulan Agustus ini selalu dipilih karena suhu di Dieng sangat dingin saat itu. Jika pas dingin banget, bisa sampai minus lho suhu di Dieng. Tahun lalu saja sampai menembus -4 derajat Celcius.

Dinginnya Dieng ini ternyata yang bikin acara ini makin terasa spesial lho. Gimana nggak spesial, pas dingin-dingin di ketinggian 2000 meter, eh ada acara Jazz Atas Awan. Alunan musik jazz berpadu dengan kabut dan dingin yang bikin suasana kian syahdu. Duh, apalagi kalau sama pasangan. Kalau sendiri mah bakalan tersiksa kegalauan.
Acaranya masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Jazz Atas Awan dan pelepasan lampion masih jadi andalan
Harus diakui, event budaya seperti ini tak bisa dilepaskan dari acara musik. Hal ini dikarenakan banyak wisatawan lebih mudah tertarik dengan acara pertunjukan musik. Maka dari itu, Jazz Atas Awan dengan bintang tamunya yang dirahasikan selalu mengundang rasa penasaran penonton.
Di malam kedua, adalah malam puncak Jazz Atas Awan dengan pelepasan lampion di tengah malam. Suasana gemerlapan dan indah terpancar di acara tersebut. Jangan khawatir mengenai lampion itu akan merusak lingkungan, karena besok paginya penduduk Dieng Kulon kerja bakti membersihkan lampion. Toh lampionnya nggak bisa terbang tinggi dan jatuhnya di ladang warga. Jadi beda ya dengan pelepasan lampion di laut.
Ritual budaya yang kental seperti pencukuran rambut gimbal selalu jadi magnet tersendiri. Budaya yang patut dilestarikan dan jadi pertunjukan wisata yang memukau
Rambut gimbal ini sangat istimewa karena untuk mencukurnya harus dengan ritual dan dilakukan setahun sekali dalam acara Dieng Culture Festival. Si anak kemudian akan meminta syarat yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Ada yang minta sepeda, kambing, bahkan ada yang ‘cuma’ minta es lilin buatan tetangganya. Sangat unik dan khas Dieng. Kamu nggak akan bisa temukan di tempat lain sih.


Mau tau dong gimana caranya ikutan.
Ada dua opsi untuk datang ke DCF 2019. Cara pertama ikutan trip dengan membeli paket wisata ke salah satu travel organizer. Biasanya udah disiapkan semuanya, mulai tiket, homestay, makan, wisata dan juga transport. Udah ada guidenya juga yang bakal bikin kamu lebih mudah menikmati wisata di Dieng. Kamu bisa cari di Instagram, travel mana yang akan kamu gunakan.

Kalau mau lebih irit, ya jalan sendiri aja. Cari semuanya sendiri mulai transport, homestay, tiket dst. Lebih ribet sih buat kamu yang dari luar kota. Tapi sebenarnya selisihnya nggak banyak banget sama open trip. Paling sekitar 200 ribuan saja selisihnya. Resikonya sih bisa kehabisan homestay dan tiket DCF di mana sangat terbatas.

Jangan sampai gagal ya ngikutin asiknya acara dieng kulture festival di tahun ini...

Kamis, 04 April 2019

Kejutan Yang Bisa Di Jumpai Jika Berkunjung ke Baghdad


Bagi wisatawan, Irak adalah negara yang tak terlalu ramah. Namun bukan berarti turis tidak bisa berkunjung ke sini. Anda hanya harus waspada, karena banyak sengketa, bersiaplah dengan 'kejutan' di sana.

detikTravel dan beberapa jurnalis lain mendarat di Irak tanggal 13 Maret 2013 pukul 09.30 waktu setempat. Begitu sampai, kami langsung disambut KBRI dan melewati jalur khusus delegasi Indonesia.

Sialnya, kami sempat terjebak di elevator karena beban yang dibawa terlalu banyak. Sekitar 20 menit terjebak, elevator akhirnya dibukakan oleh petugas bandara.

Sedangkan di imigrasi, turis biasa bisa lebih lancar prosesnya dibanding orang yang membawa kamera besar baik itu untuk memotret atau merekam. Jurnalis dari media televisi terpaksa tertahan selama 5 jam untuk mengurus izin kamera.

Sesampainya di Baghdad, suasana gersang langsung menyapa. Pasir terlihat di mana-mana, rumah-rumah tidak dicat dan dibiarkan berwarna cokelat. Bukan karena malas, namun karena sering terjadi badai pasir sehingga jika dicat pun akan percuma. Warnanya akan kembali cokelat.

Kebanyakan mobil di sana berwarna putih. Menurut orang KBRI, dipilih warna putih agar tidak terlalu terlihat kotor akibat pasir. Masyarakat Irak pun mencuci mobil dengan cara yang cukup unik dan praktis. Hanya disiram air dan menunggu kering dengan sendirinya.

Pemberhentian pertama kami adalah Hotel Al Rasheed yang terletak di Green Zone atau area steril untuk pemerintahan di Baghdad. Yang harus diperhatikan saat traveling di sini adalah saat memotret atau merekam. Mengambil gambar sangat dilarang meski sudah mengantongi izin, terutama jika bertemu tentara atau polisi.

Untuk bisa masuk ke Green Zone, ada beberapa tahap yang harus dilalui. Ada sekitar 5-6 tahapan yang harus dilewati, tergantung akses masuknya. Pemeriksaan dilakukan mulai dari dokumen, metal detektor, anjing pelacak hingga sinar X.

Green zone ini dikelilingi tembok-tembok beton yang menjulang tinggi sekitar 4 meter seperti Tembok Berlin. Di atasnya dipasang kawat berduri supaya tidak ada orang yang bisa memanjat masuk.

Hotel Al Rasheed merupakan hotel yang digunakan untuk tamu-tamu kenegaraan. Sementara untuk tamu lainnya, termasuk detikTravel, menginap di Al Mansour di luar Green Zone. Kelebihan hotel ini adalah pemandangannya yang mantap karena letaknya tepat di pinggir Sungai Tigris.

Dhuar! Sempat terjadi pemboman saat detikTravel dan rombongan berada di Green Zone. Saat itu, semua delegasi Indonesia sedang berada di kantor deputi Perdana Menteri Irak untuk menyaksikan MoU antara Indonesia dan Irak.

Dentuman terdengar sekitar 4 kali, disusul oleh mati listrik. Waktu itu sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Awalnya, tidak ada yang sadar dengan kejadian ini karena Irak memang sering mati listrik. Dalam satu hari, bisa saja Irak mati listrik selama 4 jam.

Namun setelah pihak KBRI dapat laporan bahwa telah terjadi pemboman sekitar 700 meter dari kantor KBRI, barulah semua sadar bahwa di luar Green Zone terjadi insiden. Kabarnya, pemboman ini menewaskan 25 orang dan 50 orang luka-luka.

Suasana di luar Green Zone cukup mencekam dan menegangkan. Banyak mobil polisi berseliweran juga mobil-mobil lapis baja milik militer yang di atasnya ada senjata otomotis berkaliber cukup besar.

Hotel Al Mansour tempat kami menginap berada hanya 1 km dari lokasi pemboman, yaitu di Kementerian Kehakiman. Dari kabar yang beredar, bom tersebut merupakan 3 bom bunuh diri di masing-masing pintu masuk Kementerian Kehakiman. Serta, satu lagi bom mobil yang sebelumnya digunakan oleh 3 orang pelaku bom bunuh diri tadi.

Kami sempat melewati jalan dekat lokasi pengeboman tetapi langsung disuruh memutar ke jalan lain karena akses jalan tersebut ditutup. Sesampainya di hotel, pihak KBRI meminta kami untuk tetap diam di hotel sampai situasi lebih aman.

Bagian depan hotel pun dijaga ketat oleh tentara dan untuk masuk hotel harus melalui metal detektor serta pemeriksaan. Beberapa suara tembakan sempat terdengar menjelang maghrib. Suara tersebut berasal dari cek poin yang berada di salah jembatan yang menyeberangi Sungai Tigris.

Namun, adanya bom itu tidak menghentikan acara pernikahan yang digelar di hotel Al Mansour. Malam itu, digelar 5 pernikahan dan semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada insiden.

Warga Irak sudah terbiasa dengan bom dan suara tembakan. Jadi, bukanlah hal yang luar biasa jika ada satu atau dua bom yang meledak dalam sehari. Namun bagi para wisatawan, ini merupakan pengalaman yang sangat berbeda dan menegangkan

Sumber: travel.detik.com

Rabu, 31 Oktober 2018

Penyebab Terjadinya Hipotermia


Ada yang sudah tau apa itu hipotermia?

Hipotermia merupakan situasi di mana terjadi penurunan suhu secara mendadak. Sehingga tubuh menjadi dingin dan bisa mengalami kematian jika tidak segera ditangani.
Perlu kta ketahui bahwa hipotermia terjadi akibat suhu inti tubuh (core temperatur) turun dari 35 sampai 30 derajat celcius. Semakin rendah suhu tubuh maka metabolisme dalam sel menjadi berhen.

Selain mengganggu metabolisme, suhu yang rendah akan menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah), yang mengakibatkan aliran darah berhenti karena jalurnya tertutup. Sehingga suplai oksigen yang dibawa oleh darah juga terhenti, menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) pada sel yang berakibat sel mati,dan bila banyak sel yang mati maka akan mengakibatkan kematian bagi yang mengalaminya.

Para pendaki gunung harus memperhatikan kemungkinan-kemungkinan penyebab hipoterimia ini dan memperhatikan penyebab-penyebab dari hipotermia.

Penyebab hipotermia salah satunya adalah kehilangan suhu tubuh, bisa disebabkab oleh radiasi (penghantaran) seperti akibat baju yang basah dan suhu lingkungan yang rendah, maka suhu tubuh akan terbuang ke lingkungan, begitu juga bila tidur pada alas yang dingin.

Yang lain adalah melalui kerusakan fungsi barrier kulit (luka bakar luas) atau pun rongga tubuh terekspos dengan dunia luar (luka terbuka pada perut) akan menyebabkan evaporasi suhu tubuh ke luar.

Terakhir, hipotermia bisa terjadi karena kekurangan cairan atau kehilangan darah dalam jumlah banyak. Hal ini akan membuat suhu tubuh menjadi turun, karena panas tubuh disebarkan ke seluruh tubuh sesuai aliran darah.

Ads 970x90